dionly1

Just another WordPress.com site

stop “over protektif pada anak”

Ada begitu banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk melepaskan sikap protektif berlebihan sebagai orangtua, dan membantu anak menumbuhkan kemandirian. Sebelum mempraktikkan berbagai cara tersebut, pastikan Anda memahami bahwa pengasuhan berkualitas tak berarti Anda harus selalu membayang-bayangi anak atau menjadi orangtua “helikopter”. Berikut beberapa saran yang bisa Anda praktikkan untuk menghentikan cara pengasuhan “helikopter” dan melepas label Anda sebagai orangtua “helikopter”.

1. Awasi dari jauh.

“Alih-alih membayangi anak di segala kegiatannya, lebih baik tetap awasi mereka tanpa sepengetahuan anak-anak, jadi anak-anak tidak terbiasa untuk bergantung pada Anda setiap kali menghadapi masalah,” saran Silvana Clark, penulis buku Fun-Filled Parenting: A Guide to Laughing More and Yelling Less.

2. Berikan tugas mandiri.
Berikan daftar tugas mandiri yang biasa dilakukan anak kepada pengasuhnya. Lalu minta anak untuk melakukan tugas-tugas tersebut, saran Natalie Caine dari Empty Nest Support Services, grup parenting di Los Angeles. Ajari anak untuk konsisten melakukan tugas mandiri, seperti memakai jas hujan sendiri, dan lain sebagainya.

3. Membuat resume.
Bantu anak Anda membuat resume, kata Clark. “Siapkan kertas dan pena, tuliskan resume contohnya seperti ini, ‘Sally berusia tiga tahun. Inilah beberapa hal keren yang bisa dilakukan Sally sendirian’ lanjutkan dengan menyebutkan sejumlah kemampuan anak Anda. Seperti membersihkan piring makannya, dan setiap kali anak Anda mampu melakukan sesuatu sendirian, masukkan kemampuannya itu ke dalam daftar. Dengan begitu anak merasa bangga dengan kemampuan dirinya dan tidak terus menerus meminta bantuan Anda,” jelasnya.

4. Latihan bermain
.
Latih anak untuk melakukan permainan fisik di taman bermain. “Tunjukkan anak Anda cara menendang bola, memanjat, meluncur di papan seluncur. Kalau Anda melihat si kecil dapat melakukannya dengan baik, Anda akan merasa lebih nyaman duduk memerhatikannya dari kejauhan daripada terus menerus mengawasinya dari dekat memastikan anak aman-aman saja,” saran penulis buku Paranoid Parents, Christie Barnes.

5. Biasakan mandiri.
Duduklah santai menikmati secangkir teh atau kopi Anda. Berikan penjelasan singkat pada si kecil, setiap kali Anda ingin menikmati waktu santai ini. Jadi, kalaupun si kecil memanggil Anda meminta bantuan, selama anak bisa mengerjakan sendiri atau bukan sesuatu hal yang sifatnya darurat, Anda bisa mengatakan kepadanya, bahwa Anda sedang minum teh. “Kalau anak Anda membutuhkan Anda, dia akan mendatangi Anda. Jika Anda terbiasa melakukan hal ini, anak tidak akan selalu meminta bantuan orangtuanya untuk hal kecil yang sebenarnya bisa dilakukannya sendiri,” jelas Caine.

6. Bantu dengan foto.
Anda bisa membantu si kecil memahami bahwa ia harus mandiri dan tak melulu bergantung pada orangtuanya. Anda bisa memotret si kecil saat ia mengerjakan berbagai hal secara mandiri. Lalu simpan dalam album foto dan tunjukkan kepadanya bahwa ia adalah anak yang mandiri, bisa mengerjakan berbagai hal sendirian. Hal ini sekaligus juga menunjukkan kepada diri Anda sendiri bahwa si kecil mampu melakukan berbagai tugasnya, sehingga Anda tak perlu merasa khawatir apalagi terus menerus membantunya menyelesaikan tugas.

7. Hitung sampai 10.
Menghitung sampai 10 diyakini mampu menahan diri dari pelampiasan amarah. Cara ini membantu Anda lebih bersabar. Hal ini juga bisa dilakukan dalam pengasuhan. Hitunglah sampai 10 ketika si kecil mulai merengek minta bantuan Anda. Selama di kecil dalam kondisi aman, Anda bisa menahan diri untuk selalu membantunya menyelesaikan hal kecil. Cara ini mengajarkan si kecil untuk tidak terlalu bergantung kepada Anda, sekaligus juga melatih Anda untuk tidak terus menerus memanjakannya dengan membantunya mengerjakan semua hal.

8. Percayalah, anak Anda mampu.
Anak-anak mampu kok melakukan berbagai hal secara mandiri. Anda hanya perlu memberikannya kesempatan berlatih dan mempraktikkannya tanpa banyak campur tangan orangtuanya. Balita dapat melakukan berbagai hal ini:
* Memakai celana termasuk membuka dan menutup restletingnya.
* Memakai ikat pinggang.
* Membuat roti untuk sarapan dengan mengoleskan selai kesukaannya.
* Merapikan kaus kaki.
* Melipat handuk dan selimut.
* Membantu menyiapkan perlengkapan makan.
* Meletakkan baju kotor di keranjang.

Sumber: Parenting Guide

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 7, 2012 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: